Luka di bibir bisa jadi tanda kanker

Cuaca dingin, angin, dan sinar matahari adalah penyebab utama bibir kering. Namun, luka yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama bisa jadi merupakan tanda kanker dan membutuhkan perhatian. Profesor Madya Dermatologi di Rumah Sakit Memorial Şişli. Dr. Ahu Birol memberikan informasi tentang faktor-faktor dan metode pengobatan yang mempengaruhi terjadinya kanker bibir sebelum “Pekan Kanker 1-7 April”.

Sinar matahari, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kanker bibir

Bibir kering dan pecah-pecah karena faktor eksternal disebut 'cheilitis'. Cuaca dingin, angin, dan sinar matahari adalah penyebab paling umum dari bibir kering dan pecah-pecah. Paparan sinar matahari yang berlebihan saat bermain ski juga dapat menyebabkan reaksi bibir yang tiba-tiba. Obat yang digunakan untuk pengobatan jerawat (isotretinoin) dapat menyebabkan bibir kering secara intens. Pada banyak anak alergi, temuan pertama mungkin adalah bibir kering dan pecah-pecah. Lipstik, pelembab bibir, produk gigi, obat-obatan yang digunakan untuk herpes dapat menyebabkan reaksi pada bibir. Selain paparan sinar matahari yang intens, merokok, penggunaan pipa dan konsumsi alkohol merupakan faktor penting penyebab kanker bibir.

Luka berdarah yang sering, bintik-bintik merah atau jaringan kasar di bibir dapat mengindikasikan bahaya.

Bibir pecah-pecah adalah gambaran yang sangat menyakitkan. Itu membuatnya sulit untuk tertawa. Semakin kering, semakin parah retakan dan pendarahan. Orang dengan bibir kering terus-menerus menjilat bibirnya, yang selanjutnya meningkatkan kekeringan dan iritasi. Pada anak-anak, akibat mengisap bibir bawah dalam bentuk tic, kemerahan tajam terbatas dapat terjadi pada kulit di sekitar bibir serta kekeringan dan pecah-pecah pada bibir.

Reaksi yang semakin parah dapat terjadi pada bibir orang yang terpapar sinar matahari dalam waktu lama. Perubahan ini mungkin merupakan cikal bakal kanker sel skuamosa dengan risiko tinggi metastasis yang terjadi di bibir. Luka yang tidak sembuh dan mudah berdarah, terkadang bercak merah, terkadang struktur keras yang berbeda saat dipegang di antara dua jari, area keras berwarna putih keabu-abuan di bibir mungkin merupakan tanda awal kanker bibir. Perubahan tersebut harus dievaluasi dengan melakukan biopsi.

Orang berkulit terang termasuk dalam kelompok risiko

Kanker bibir terjadi pada 90% bibir bawah. Selain lebih sering terjadi pada pasien pria lanjut usia berkulit putih, penyakit ini paling sering terjadi pada petani dan pelaut. Kehadiran pigmen pelindung yang disebut "melanin" terhadap sinar matahari pada orang berkulit gelap juga mengurangi risiko kanker bibir.

Tindakan pencegahan yang harus Anda lakukan untuk melindungi bibir kita dari risiko luka dan kanker:

  • Jika Anda menghabiskan waktu berjam-jam di luar ruangan, Anda harus menggunakan pelindung bibir yang mengandung tabir surya. Penggunaan topi dengan pelindung juga penting dalam hal melindungi bibir.
  • Anda tidak perlu menjilat bibir dan sering melembabkannya dengan produk yang tidak menimbulkan reaksi netral. Petroleum jelly murni dapat digunakan untuk tujuan ini.
  • Alasan terpenting mengapa kanker bibir dan perubahan prekursornya lebih jarang terjadi pada wanita adalah kebiasaan melindungi bibir.
  • Perlu berkonsultasi dengan dokter kulit untuk setiap perubahan pada bibir.