Antioksidan Terkemuka dalam Memerangi Kanker

Makan sehat menantang banyak penyakit, terutama kanker. Nutrisi yang salah merupakan salah satu faktor utama penyebab terjadinya kanker. Makanan alami dan bebas aditif bertindak sebagai perisai melawan kanker. Ahli Nutrisi dan Diet Rumah Sakit Memorial Şişli memberikan informasi tentang kekuatan nutrisi dalam pencegahan dan perang melawan kanker.

Konsumsi daging yang berlebihan meningkatkan risiko kanker

Asupan protein hewani yang tinggi menyebabkan kanker dan meningkatkan risiko kanker lambung dan kolorektal. Sebaliknya, sumber protein alternatif seperti ikan, ayam, dan produk susu rendah lemak harus lebih disukai. Zat karsinogenik dapat terbentuk saat daging dimasak di atas panggangan pada suhu yang sangat tinggi dengan menjaganya agar tetap dekat dengan api. Oleh karena itu, metode memasak yang sehat seperti merebus, memanggang, dan mengukus harus lebih disukai. Produk seperti sosis, salami, dan sosis yang mengandung aditif seperti nitrit dan nitrat harus dihindari.

Hidangan daging harus dikonsumsi dengan vitamin C.

Bersamaan dengan hidangan daging, mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C penting untuk penyerapan zat besi. Vitamin C banyak ditemukan pada sayuran dan buah-buahan segar. Makanan yang paling banyak mengandung vitamin C; rosehip, stroberi, raspberry, brokoli, brussel sprout, peterseli, selada, arugula, kembang kol, paprika hijau, buah jeruk, tomat. Vitamin C menetralkan karsinogen yang masuk ke dalam tubuh. Menggunakan daging dalam masakan nabati juga akan menjadi pilihan yang sangat sehat.

Sayuran dan buah berwarna-warni adalah poin kunci pencegahan kanker.

Setidaknya 5 porsi sayur dan buah harus dimakan dalam sehari. Hijau tua seperti bayam, kangkung, brokoli, lobak, selada; merah tua, seperti tomat, bit, delima; kuning-oranye tua, seperti wortel, labu, aprikot; biru-ungu, seperti kubis merah, terong; Ini harus diberi makan dengan sayuran putih dan buah-buahan seperti bawang putih dan bawang merah. Gandum utuh, gandum hitam, oat harus lebih disukai daripada produk biji-bijian olahan. Makan banyak daging buah dan warnanya adalah salah satu poin penting dari nutrisi pencegah kanker.

Orang yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker dibandingkan orang kurus

Perhatian harus diberikan pada konsumsi gula dan lemak. Fakta bahwa energi yang diambil dengan makanan di atas kebutuhan menyebabkan kegemukan dengan menumpuknya lemak di dalam tubuh. Risiko terkena kanker lebih tinggi pada individu yang mengalami obesitas dibandingkan pada individu dengan berat badan yang seharusnya. Berat badan yang berlebihan, terutama kanker payudara; Ini berkaitan erat dengan kanker usus besar, rahim, kerongkongan, ginjal, pankreas, prostat dan ovarium.

Mereka yang berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari ...

Aktivitas fisik sangat penting untuk hidup sehat. Dengan olahraga setiap hari, pengendalian berat badan tercapai dan risiko kanker berkurang secara signifikan. Bagi yang rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari; kanker payudara, usus besar, rahim dan prostat lebih jarang.

Vitamin E dengan zat beracun; Vitamin B melawan stres

Merokok, alkohol, dan stres adalah beberapa faktor penyebab kanker. Makanan kaya vitamin E adalah antioksidan kuat dan mengurangi efek beberapa zat beracun. Vitamin E terdapat pada berbagai makanan terutama minyak nabati, sayuran berdaun hijau, biji-bijian yang tidak diekstrak, kacang-kacangan seperti hazelnut, kacang tanah, dan polong-polongan. Untuk mengurangi stres, makanan yang kaya vitamin B dan omega-3 harus dikonsumsi. Perhatian harus diberikan agar produk biji-bijian utuh di atas meja setiap hari dan makan ikan beberapa kali seminggu.

Makanan efektif dalam pengobatan kanker

Makanan alami dengan kandungan vitamin dan mineral tinggi sebaiknya diutamakan untuk mencegah kanker. Makanan dengan struktur mineral yang kaya seperti bit merah, wortel, cabai merah, kol merah dan jelatang efektif dalam pengobatan kanker. Sayuran berwarna hijau-kuning dan buah-buahan yang kaya vitamin A mengurangi efek zat karsinogenik. Sumber seng terkaya adalah biji bunga matahari, makanan laut, daging, jamur, telur, dan kacang-kacangan. Asupan seng yang cukup meningkatkan efek vitamin A dan melindungi dari kanker dengan memperkuat sistem pertahanan. Konsumsi selenium yang cukup, yang sebagian besar ditemukan dalam makanan laut dan produk biji-bijian tanpa dedak, adalah penting. Kekurangan yodium dapat meningkatkan risiko terkena kanker di kelenjar tiroid. Sumber yodium terbaik adalah garam beryodium. Sumber kalsium terbaik, yang mengurangi risiko kanker tulang dan usus besar, adalah susu, yogurt, keju, es krim, sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan. Selain itu, dalam penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa brokoli, jahe, kunyit, dan biji anggur juga berperan sebagai agen pelindung melawan kanker.

Makanan yang harus ada di meja Anda untuk mencegah kanker

Kacang polong, daun bawang, kacang hijau, bayam, kembang kol, brokoli, kol merah, kubis, kubis hijau, lobak, lobak, adas, bawang merah, bawang putih, tomat, merica, jelatang, biji rami, jintan, kedelai, black mulberry, cranberry, aprikot, Ceri, ceri, nanas, anggur merah-hitam, jeruk keprok, jeruk, lemon, jeruk bali, alpukat, prem prem, kismis, biji burung, dan lobak.