Sedikit Konsumsi Air Memiliki Belasan Kerugian

Akibat pertambahan penduduk, urbanisasi yang tidak terencana dan masalah infrastruktur, akses air bersih semakin berkurang dari hari ke hari. Namun, konsumsi air yang benar dan sadar sangat penting untuk semua organ, terutama ginjal dan hati. Spesialis dari Departemen Penyakit Dalam di Rumah Sakit Memorial Şişli memberikan informasi tentang manfaat air dan poin-poin yang harus diperhatikan saat mengkonsumsinya sebelum “22 Maret, Hari Air Sedunia”.

Air minum ajaib

Hampir 70 persen tubuh manusia terdiri dari air. Semua peristiwa metabolisme penting yang terjadi di dalam sel dan semua fungsi tubuh dapat dicapai dengan minum air dalam jumlah yang cukup. Air, yang memiliki fungsi pembawa di dalam tubuh, membawa nutrisi dan oksigen ke sel dan membuang limbah. Air juga menjaga tubuh tetap sejuk dalam cuaca panas dan memberikan isolasi tubuh dalam cuaca dingin. Ini juga memastikan pelumasan sendi dan terjadinya berbagai peristiwa biokimia.

Jangan katakan saya minum teh dan kopi, bukan air

Mengingat air yang diambil dari teh dan kopi yang diminum pada siang hari sudah mencukupi, maka efek positif air bagi tubuh diabaikan. Minuman yang berbeda jelas bukan pengganti air. Perlu memperhatikan konsumsi air 1,5-2,5 liter per hari. Air adalah "0" kalori dan membantu dalam penurunan berat badan karena membuat perut merasa kenyang. Ini juga mempercepat metabolisme. Konsumsi air putih secara teratur memastikan bahwa keinginan untuk makan lebih sedikit dan minum air terus berlanjut. Segelas air yang diminum segera setelah Anda bangun pagi dan sebelum tidur malam penting untuk rasa kenyang. Pikiran membuang lemak dengan air seni dengan minum air adalah keyakinan yang salah. Efek melemahnya air bukan karena membakar lemak, tapi karena rasa kenyang yang ditimbulkannya.

Asupan air yang tidak mencukupi mengenai seluruh tubuh

Air yang tidak cukup dikonsumsi akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Permasalahan yang dapat dialami pada kekurangan air yang merupakan sumber terpenting kehidupan tubuh adalah sebagai berikut:

1- Jika kebutuhan air sehari-hari tidak tercukupi dalam waktu yang lama, ginjal dapat rusak secara permanen.

2- Jika tidak ada asupan air yang cukup ke dalam tubuh, limbah metabolisme yang perlu dikeluarkan dari tubuh tidak dikeluarkan oleh ginjal dan hati mencoba melakukan tugas ini. Dalam kasus ini, lebih banyak beban dibebankan pada hati dan laju penyimpanan lemak dalam tubuh meningkat.

3- Kekeringan pada kulit: Organ terbesar adalah kulit. Kekeringan pada kulit akibat rasa haus menyebabkan keriput. Semakin banyak air yang dikonsumsi maka akan semakin muncul tanda-tanda penuaan.

4- Penurunan daya tahan tubuh: Menghilangkan rasa haus sangat penting untuk flu dan daya tahan tubuh.

5- Gangguan Pencernaan: Air terlibat dalam pencernaan makanan dengan menemukan sekresi air liur dan perut.

6- Kekurangan ASI: Air meningkatkan produksi ASI pada wanita yang sedang menyusui, dan bila dikonsumsi lebih sedikit, ASI berkurang atau efisiensi yang cukup tidak dapat diperoleh.

7- Kelelahan jantung: Jika jumlah cairan yang diambil mencukupi, kecepatan kerja jantung akan normal dan masalah ritme akan berkurang.

8- Sakit kepala, kelupaan dan gangguan konsentrasi dapat terjadi akibat konsumsi air yang rendah.

9- Rambut rontok dan ketombe: Konsumsi air yang rendah dapat menyebabkan ketombe seiring dengan keringnya kulit kepala. Ini dapat mengurangi retensi kulit kepala dan mempersiapkan dasar untuk rambut rontok.

10- Sembelit: Sistem pencernaan bekerja lebih lambat dan sembelit dapat terjadi.

11- Kram otot: Air sangat penting untuk kesehatan sendi kita. Rasio air jaringan tulang rawan di persendian kita harus tinggi. Ketika angka ini menurun, risiko penyakit sendi meningkat. Dengan konsumsi air, elastisitas otot akan meningkat, yang berdampak positif pada kesehatan sendi dan tulang. Karena konsumsi air bermanfaat bagi kesehatan sendi, maka akan memberikan kesempatan berolahraga yang lebih baik.

12- Tekanan darah tidak teratur: Rasa haus jangka panjang menyebabkan masalah serius. Tekanan darah, sirkulasi darah, pencernaan dan fungsi ginjal sangat terpengaruh.

Terlalu banyak air juga menyakitkan

Ginjal memiliki kapasitas membuang air tertentu. Ketika air dikonsumsi melebihi kemampuan membuang air dari ginjal, air yang tidak dapat dikeluarkan menumpuk di dalam darah dan menyebabkan perubahan pada elektrolit darah dan sel darah. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan cairan intraseluler dan ekstraseluler serta menyebabkan masalah kesehatan yang serius.