5 Saran Untuk Istirahat Yang Efisien

Tahun ini, jeda pertama semakin dekat bagi siswa sekolah dasar dan menengah. Selama masa liburan 9 hari, para siswa diharapkan untuk beristirahat setelah masa ujian yang sulit. Menghabiskan masa liburan tanpa stres dan menghibur membantu meningkatkan motivasi pendidikan siswa. Sikap keluarga berperan besar dalam keberhasilan siswa. Para ahli Memorial Health Group memberikan saran penting untuk menghabiskan liburan secara efisien.

Bagi siswa, istirahat berarti istirahat sejenak, bermain game, dan melepaskan diri dari kesibukan saat itu. Sebaliknya, orang tua menunjukkan keadaan sedih jika keberhasilan akademis anak rendah sampai saat itu, dan setelah itu dilakukan upaya perbaikan untuk kompensasi. Sebaliknya, jika anak berhasil dalam pembelajaran, maka muncul ekspektasi demi mempertahankan kinerjanya. Kesalahan paling umum yang dilakukan saat istirahat adalah mengharapkan anak melakukan hal yang sama dalam pelajaran dan pekerjaan rumah. Tujuan dari istirahat bukanlah untuk mengerjakan pekerjaan rumah, terus menerus membaca buku, atau melatih proyek.. Dalam proses ini, penting bagi anak untuk memiliki waktu yang bebas stres dan bahagia.

 Saran bagi orang tua untuk istirahat

 1. Jangan dipaksa untuk belajar saat liburan

Jika Anda memilih untuk mengatakan "belajar" kepada anak Anda sepanjang waktu, Anda dapat menyebabkan dia kehilangan motivasi di masa mendatang. Pelajaran harus dihindari selama liburan. Karena tekanan pelajaran menghalangi anak untuk mendapatkan efisiensi yang cukup meskipun dia mempelajari pelajaran tersebut. Pandangan umum banyak orang tua adalah bahwa anak harus menyelesaikan pelajaran yang hilang dalam liburan 1 minggu, tetapi ini bukan pendekatan yang tepat. Liburan adalah hak setiap anak, baik berhasil maupun tidak.

 2. Buat anak Anda merasa bahwa liburan itu seperti liburan

Biarkan anak-anak tidur lebih lambat dari waktu tidur biasanya. Mereka dapat diizinkan untuk bangun lebih siang dan menikmati tempat tidur di pagi hari. Anak Anda mungkin ingin sarapan terlambat. Dengan mempelajari ekspektasi tersebut, Anda bisa menyiapkan sarapan sesuai keinginannya.

 3. Biarkan mereka bermain

Orang tua mengeluh tentang keinginan anak-anak mereka untuk bermain paling banyak selama periode ini. Umumnya, pernyataan seperti "Itu hanya main-main, kami tidak bisa menghapusnya dari awal permainan" adalah hal biasa. Namun, anak-anak memilih yang paling mereka sukai di antara pilihan yang ditawarkan kepada mereka. Untuk alasan ini, penting bahwa ada alternatif di antara pilihan-pilihan yang akan anak mencoba dan nikmati hal-hal baru. Dalam hal ini, jenis wacana berikut berhasil: “Bagaimana kalau coba yang itu?” Jika sulit mendengar wacana ini, “Jangan nonton TV! atau bermain game konsol! Anak harus diingatkan tentang adanya pilihan dengan mengatakan "Jika kamu memilih untuk bermain game seperti ini, aku akan mengerti bahwa kamu tidak ingin menghabiskan waktu dengan teman-temanmu". Jika anak mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan ini dan tidak benar-benar ingin bangkit dari permainan dengan cara apa pun, mungkin berguna untuk mencari dukungan ahli.

 4. Nikmati kesempatan liburan

Kemungkinan anggota keluarga untuk menghabiskan waktu bersama berkurang dari hari ke hari dalam kesibukan kerja. Periode liburan menawarkan kesempatan penting untuk meningkatkan dan memperkuat perkembangan hubungan dan komunikasi ibu dan ayah dengan anak-anak mereka. Akan berguna untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, melakukan berbagai kegiatan atau mengatur liburan singkat jika memungkinkan.

 5. Jangan berperan sebagai guru

Metode penanganan yang paling umum untuk beberapa orang tua yang tidak puas dengan kinerja sekolah anaknya adalah dengan beralih ke peran guru. Ini mungkin memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga dapat menyebabkan beberapa konsekuensi yang merugikan. Dalam situasi seperti itu, anak mungkin menjauh dari keluarga atau kinerjanya dapat semakin memburuk. Pelajaran tambahan, studi dan program studi tidak boleh dilakukan oleh orang tua, orang tua hanya boleh membantu anak dalam situasi ini bila diperlukan. Rencana ini harus dibuat selama periode pelatihan berikutnya, bukan selama periode liburan.