Waspadai 9 gejala fibromyalgia

Fibromyalgia, yaitu nyeri rematik yang terjadi di jaringan lunak, sering terjadi pada wanita berusia antara 25-55 tahun ke atas. Penyakit yang bisa terjadi di masa kanak-kanak; Ini menunjukkan gejala seperti nyeri otot dan nyeri tekan, gangguan tidur, kelelahan, lemas dan bangun di pagi hari dengan perasaan "kaku". Spesialis dari Departemen Terapi Fisik dan Rehabilitasi Rumah Sakit Memorial Antalya. Dr. Feride Ekimler Süslü memberikan saran kepada pasien untuk mengontrol fibromyalgia, yang berdampak negatif pada kualitas hidup.

Faktor keluarga dan lingkungan efektif dalam pembentukan fibromyalgia

Meskipun penyebab fibromyalgia tidak diketahui secara pasti, namun lebih sering terjadi pada orang yang tingkat pendidikan dan ekonominya di atas rata-rata. Insidensinya juga meningkat pada kerabat derajat pertama orang yang menderita penyakit tersebut. Diketahui bahwa beberapa penyakit rematik seperti gangguan tidur, trauma fisik yang berat seperti jatuh atau kecelakaan kendaraan bermotor, trauma mental, beberapa penyakit virus, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis merupakan faktor pemicu terjadinya fibromyalgia.

Dapat menyebabkan depresi

Nyeri dan nyeri yang meluas merupakan keluhan tersering pada fibromyalgia. Nyeri umumnya sangat terasa di area leher dan pinggang tubuh. Itu juga bisa dirasakan di bahu, siku, lutut dan tangan. Pasien mengungkapkan bahwa satu sisi tubuh mereka lebih sakit daripada sisi lainnya. Jarang, mungkin ada pembengkakan di tangan dan kaki. Separuh dari pasien mengalami sakit kepala karena tegang. Sering buang air kecil dan kebutuhan mendesak untuk buang air kecil muncul. Nyeri sendi rahang, kram, dan tinitus juga bisa terlihat. Pada beberapa pasien, depresi dan keluhan serupa dapat terjadi.

Jika ada gejala berikut…

  1. Gangguan tidur
  2. Jangan bangun dengan rasa lelah di pagi hari
  3. Sakit perut dan dada
  4. Mati rasa di tangan
  5. Sembelit atau diare
  6. Sakit perut
  7. Nyeri haid
  8. Kesulitan bernapas
  9. Iritasi cepat

Metode pengobatan yang paling efektif adalah olahraga

Latihan fisik sangat penting dalam pengobatan fibromyalgia. Aerobik intensitas rendah telah terbukti menjadi pengobatan yang paling efektif dalam banyak penelitian. Namun, tidak semua olahraga cocok untuk setiap pasien. Telah dinyatakan bahwa berenang secara umum efektif dalam meredakan nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan fibromyalgia. Terutama jalan cepat di udara terbuka setidaknya sama efektifnya dengan berenang dalam menghilangkan keluhan yang terlihat pada penyakit tersebut. Kegiatan seperti relaksasi dan latihan peregangan, bersepeda dan aerobik air juga dapat digunakan.

Hindari kebiasaan yang mengganggu tidur

Obat yang digunakan dalam pengobatan sindrom fibromyalgia digunakan untuk mengurangi rasa sakit, menghilangkan kelelahan, mengatur tidur dan mengobati depresi. Oleh karena itu, zat-zat seperti alkohol, rokok, teh, coke, kopi sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum tidur. Perawatan direncanakan dengan antidepresan dan pereda nyeri, pengatur tidur dan pelemas otot. Selain itu, suntikan lokal dapat dilakukan pada titik-titik sensitif. Dalam terapi fisik, hasil positif diperoleh dengan aplikasi panas, pemanas dalam, stimulasi listrik pereda nyeri, dan pijat. Selain itu, pasien dianjurkan melakukan perawatan spa.