5 Faktor Penting Mencegah Anemia!

Anemia, yang terjadi dengan gejala seperti kelelahan, lemas, sesak napas, dan detak jantung yang meningkat, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani. Anemia yang merupakan gejala dari berbagai penyakit penting, terutama kanker lambung dan usus, menurunkan kualitas hidup karena menyebabkan kelelahan. Spesialis dari Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit Memorial Kayseri. Dr. Muharrem ─░ngeç memberikan informasi tentang gangguan kesehatan akibat anemia dan 5 langkah yang harus diambil untuk menanggulangi anemia.

Jika hemoglobin menurun, akan terjadi anemia

Darah mengandung sel yang berbeda dalam isinya. Di dalam darah, sel darah merah yang jumlahnya lebih banyak dari sel lain bertanggung jawab untuk mendistribusikan oksigen ke tubuh. Jumlah sel darah merah yang rendah atau gangguan kemampuan transportasi oksigen menyebabkan anemia. Anemia terjadi ketika zat hemoglobin, yang memberi sel darah merah warna merah dari sel darah merah, yang memiliki umur sekitar 100 hari, berkurang. Kehilangan darah, kerusakan sel darah merah dalam waktu singkat dan produksi sel darah merah yang tidak mencukupi juga merupakan salah satu penyebab anemia.

Perhatikan kebutuhan zat besi Anda!

Kebutuhan zat besi harian orang normal adalah 2 mg. Sekitar 10% zat besi dalam makanan diserap di usus kecil. Wanita membutuhkan lebih banyak zat besi daripada pria. Hanya 10% zat besi dalam makanan yang diserap dari gelas halus. Dalam kasus dimana kebutuhan tubuh meningkat, angka ini tidak mencukupi dan terjadi anemia.

Jika ada perasaan makan tanah dan es ...

Biasanya anemia asimtomatik merupakan masalah kesehatan yang terjadi akibat pemeriksaan darah dan dapat didiagnosis dengan mudah. Pada stadium lanjut penyakit terjadi kelelahan, kelemahan, jantung berdebar-debar, kelainan bentuk kuku, rambut rontok dan retak pada tepi mulut. Perasaan makan tanah dan es pada pasien juga merupakan salah satu gejala anemia yang paling penting. Masalah anemia karena kekurangan zat besi pada anak-anak; Ini menyebabkan kesulitan belajar dengan keterlambatan berbicara, berjalan dan duduk. Kekurangan vitamin B 12 menyebabkan anemia B 12. Penyakit ini juga bisa menyebabkan mati rasa pada tangan dan kaki, penurunan berat badan, diare, pelupa, dan depresi.

Penyebab anemia harus dihilangkan

Untuk mengatasi masalah anemia, penyebab yang mendasarinya harus ditentukan. Misalnya, pada wanita dengan perdarahan menstruasi yang banyak, anemia menjadi masalah penting setelah beberapa saat. Dukungan hormonal harus diberikan kepada wanita yang kualitas hidupnya terpengaruh karena masalah ini, dan menstruasi mereka harus diatur secara teratur. Selain itu, zat yang hilang dalam darah harus diidentifikasi dan dukungan yang diperlukan harus disediakan. Selama periode ini, obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tidak boleh digunakan, karena produksi sel darah merah berhenti. Obat yang menyebabkan anemia harus dihentikan.

Perhatikan peringatan melawan anemia ini!

  • Makanan hewani! Makanan hewani seperti hati, daging merah dan ikan harus dikonsumsi secara teratur.
  • Vitamin C! Buah-buahan dan jus buah segar dengan kandungan vitamin C tinggi sebaiknya diutamakan sebagai minuman. Konsumsi teh dan kopi harus dibatasi sebanyak mungkin.
  • Pengobatan zat besi! Dalam kasus kekurangan zat besi, perawatan yang tepat harus dilakukan, dan nilai yang hilang harus diganti dengan tablet atau jarum di bawah kendali dokter. Perawatan tidak boleh terputus atas kebijaksanaan orang tersebut, dan penyelesaian perawatan harus diputuskan oleh dokter.
  • Asam folat! Tubuh membutuhkan asam folat untuk memproduksi sel darah merah. Ketika asam folat tidak mencukupi, produksi sel darah menurun dan anemia menjadi masalah. Kadar asam folat dalam tubuh harus dikontrol dan pengobatan yang diperlukan harus dilakukan jika terjadi defisiensi.
  • Vitamin B12! Vitamin B12 dibutuhkan sel darah merah untuk diproduksi dari sumsum tulang. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan anemia. Agar vitamin B12 dapat diserap, fungsi pankreas, lambung, dan usus kecil harus normal.