Singkirkan Kelelahan Musim Semi dengan Makan dengan Benar

Selama masa peralihan dari musim dingin ke musim semi, terdapat masalah adaptasi dalam metabolisme. Dalam proses ini, nyeri otot, kelemahan, kelelahan, ketidakbahagiaan, kelupaan dan kelelahan musim semi dan masalah pencernaan terlihat; Situasi ini menurunkan prestasi kerja dan kualitas hidup orang tersebut. Para ahli Departemen Nutrisi dan Diet Rumah Sakit Memorial Şişli memberikan informasi tentang cara-cara untuk mengurangi efek kelelahan musim semi dengan makan makanan yang sehat.

Makan makanan yang seimbang dan sehat

Saat memasuki musim semi, sebaiknya dikonsumsi 3 kali makan utama dan 1-2 kudapan yang terdiri dari makanan yang mudah dicerna dan rendah kalori. Sayuran dan buah-buahan berwarna hijau tua, kuning, oranye, merah, ungu harus lebih disukai, yang penting untuk memperkuat sistem kekebalan dan untuk memenuhi kebutuhan vitamin-mineral yang meningkat. Perhatian harus diberikan untuk tidak makan makanan berat dan berlemak di malam hari. Hindari makanan yang digoreng, pedas, asam, pedas, acar. Konsumsi cairan harus ditingkatkan, dan makanan dengan probiotik (kefir, yogurt probiotik) dan prebiotik (bawang merah, bawang putih, kacang-kacangan, dll.) Tidak boleh hilang dari makanan untuk flora usus yang sehat.

Vitamin B dan Omega-3 melawan stres

Untuk menghindari efek negatif dari stres yang meningkat di musim semi, makanan yang kaya vitamin kelompok B seperti roti gandum, kacang-kacangan, produk susu, daging merah, ayam, telur, dan sayuran berdaun hijau harus dimasukkan ke dalam rencana diet. Asam lemak omega-3 memiliki efek pengurangan pada hormon stres. Salmon sebaiknya dikonsumsi 1-2 kali seminggu, 2-3 kacang kenari atau 10-15 hazelnut sebaiknya diutamakan sebagai camilan setiap hari.

Kurangi kafein dan tingkatkan asupan cairan

Kehilangan cairan dari tubuh meningkat seiring dengan meningkatnya panas dan kelembapan di musim semi. Oleh karena itu, konsumsi cairan harus ditingkatkan dan 2-3 liter (10-15 gelas) air harus diminum setiap hari. Kafein dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan jantung berdebar-debar dan dehidrasi. Minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman dingin, coklat dan sejenisnya harus dikurangi, dan teh herbal sebaiknya diutamakan untuk membuang racun. Teh hijau kaya antioksidan dan rosehip kaya vitamin C memperkuat sistem kekebalan tubuh. Adas dan sage mengendurkan sistem pencernaan dan memperlancar pencernaan. Melisa dan chamomile dapat dipilih dalam situasi insomnia yang dipicu oleh stres dengan sifat relaksasi yang umum. Ginseng juga merupakan salah satu teh herbal yang disukai di musim semi karena sifatnya yang memberi energi untuk melawan rasa lelah.

Efek positif serat

Makanan pulp membantu usus bekerja secara teratur, memperpanjang rasa kenyang dan memiliki efek perlindungan terhadap kanker. Makanan berserat sebaiknya dipilih untuk mengatasi masalah usus seperti sembelit, terutama pada perubahan musim. Untuk memastikan konsumsi serat yang cukup, penting untuk mengonsumsi makanan nabati atau salad saat makan, dan memilih roti gandum, gandum hitam, atau gandum utuh sebagai roti. 5-7 porsi buah dan sayuran dan polong-polongan 1-3 kali seminggu diperlukan untuk diet yang sehat.

Olahraga teratur dan tidur sangat penting

Gaya hidup aktif yang mencakup jalan cepat selama 45 menit 3 hari seminggu harus diterapkan. Olahraga teratur membantu menyeimbangkan berat badan, mempercepat metabolisme, dan membuat orang tersebut merasa lebih sehat dan lebih energik. Terutama latihan seperti berjalan, berlari, bersepeda, berenang dan menari harus diutamakan. Karena tidur yang tidak teratur akan membuat orang tersebut merasa lebih lelah, perhatian harus diberikan untuk tidur 6-8 jam setiap hari.