9 Saran untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak Anda

Pikiran bahwa anak-anak tidak cukup diberi makan adalah salah satu perhatian terpenting para ibu. Para ibu yang khawatir anaknya akan kelaparan seringkali salah langkah dalam pemberian nutrisi. Namun, dengan saran praktis, anak-anak yang mengalami masalah anoreksia dapat diberi makan makanan yang seimbang dan teratur. Dyt dari Departemen Gizi dan Diet Rumah Sakit Memorial Kayseri. Merve Sarptaş Büyükince memberikan saran penting kepada orang tua tentang kebiasaan makan anak-anak mereka.

Jika tidak ada masalah perkembangan, jangan anggap anoreksia sebagai masalah.

Ada berbagai alasan yang meningkatkan atau menurunkan nafsu makan. Oleh karena itu, tidaklah tepat untuk mendefinisikan semua anak dengan masalah gizi sebagai tidak nafsu makan. Kurang nafsu makan tidak dipandang sebagai masalah pada anak yang tidak memiliki masalah perkembangan. Padahal, kehilangan nafsu makan menjadi masalah pada anak dengan perkembangan lambat akibat kekurangan vitamin dan mineral. Untuk itu, anak dengan gangguan perkembangan harus segera ditindaklanjuti oleh dokter spesialis. Kurang nafsu makan dapat disebabkan oleh banyak alasan fisiologis seperti kekurangan mineral dan masalah perut. Selain itu, beberapa masalah psikologis yang dialami di dunia batin anak juga menjadi penyebab anoreksia.

Anda bisa menambahkan buah ke susu dan keju ke telur dadar.

Keragaman nutrisi harus dianggap penting sejak bayi. Makanan tambahan sebaiknya dimulai saat bayi berusia 6 bulan, dan saat anak berusia 1 tahun, tidak boleh ada sayur dan buah yang hampir tidak terasa. Seorang anak yang tidak mau makan harus diberikan makanan itu dengan cara yang berbeda. Misalnya dengan menambahkan buah segar pada susu anak yang tidak ingin minum susu biasa, maka konsumsinya bisa dibuat lebih menarik. Untuk anak-anak yang tidak ingin makan keju, telur dadar, pai, dan roti panggang dapat disiapkan. Keju dadih yang tidak terlalu terasa, dianjurkan untuk anak-anak yang tidak memperhatikan rasa keju dan mengkonsumsinya.

Menyarankan saran untuk anak-anak

  1. Anda bisa menyiapkan sayuran dalam berbagai bentuk. Anda dapat memiliki sayuran yang disajikan dalam makanan encer saat makan sebagai hiasan dengan daging untuk makanan berikutnya.
  2. Anda bisa menyajikan makanan dengan cara yang menarik perhatian anak-anak. Makanan yang disajikan di piring dan gelas bertuliskan karakter kartun lebih menarik.
  3. Anak sebaiknya tidak dibiarkan mengonsumsi terlalu banyak cairan dan mengisi volume perut sebelum makan. Sebelum makan, makanan penekan nafsu makan seperti air, jus buah, keripik dan coklat harus dihilangkan. Karena anak lapar akan lebih memilih makanan ringan daripada makan.
  4. Biskuit dan roti bayi tidak boleh diberikan ke tangan anak-anak. Sulit memberi makan anak yang hanya makan karbohidrat dengan biskuit bayi dan roti.
  5. Makanan seperti coklat, keripik dan biskuit tidak boleh disimpan di rumah Kosongkan lemari atau laci yang Anda simpan di rumah dan ganti; Anda bisa menambahkan kenari, almond, hazelnut, buah ara kering, kismis, dan aprikot kering. Anak-anak mungkin bereaksi saat pertama kali menghadapi situasi ini, tetapi mereka akan terbiasa seiring waktu.
  6. Batas nutrisi yang tepat harus ditetapkan. Anda bisa menentukan jawaban atas pertanyaan apa, di mana, kapan dan seberapa banyak dengan memperhatikan anak Anda, mengevaluasi tips darinya, dan mempertimbangkan prinsip makan sehat.
  7. Anak-anak harus diberi makan dengan cara yang meningkatkan nafsu makan. Pemberian makan yang terus menerus pada anak menyulitkan untuk merasakan rasa lapar dan kenyang, jadi rencana nutrisi harus dilaksanakan dengan memasukkan camilan setiap 3-4 jam.
  8. Makanan harus sesuai dengan waktu makan rumah tangga. Menjadi model sangat penting untuk memberi makan bayi dan anak-anak. Waktu makan harus dibatasi dan tidak boleh lebih dari 30-35 menit.
  9. Makanan tidak boleh dipaksakan untuk dimakan, dan makanan tidak boleh digunakan sebagai hadiah. Anak harus didukung untuk makan sendiri.