Jangan Biarkan Perubahan Suhu Mendadak Sakit

Pada musim semi, metabolisme manusia mungkin mengalami beberapa masalah karena perbedaan suhu antara siang dan malam di udara dan bahkan perubahan suhu setiap jam. Perubahan faktor secara tiba-tiba seperti suhu, kelembaban dan angin juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Meja ini di bulan-bulan musim semi dapat membawa banyak penyakit mulai dari depresi hingga bisul, sakit kepala hingga kelelahan. Pakar Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit Memorial Şişli memberikan informasi tentang cara-cara untuk tetap sehat jika terjadi perubahan suhu yang tiba-tiba.

Pemanasan dan pendinginan udara melelahkan tubuh kita

Kelemahan, kekurangan energi, ketidakbahagiaan, nyeri otot, tidak bisa tidur dan tidak bangun adalah di antara gejala kelelahan musim semi. Perubahan suhu, kelembapan, dan tekanan udara yang tiba-tiba dapat membuat orang tersebut gugup dan stres. Gejala saat ini dapat menyebabkan penurunan kehidupan keluarga dan prestasi kerja serta penurunan kualitas hidup orang tersebut. Di bawah gejala yang dianggap kelelahan musim semi, penyakit lain seperti anemia, hipotiroidisme (fungsi kelenjar tiroid yang tidak memadai) juga dapat terjadi. Untuk alasan ini, jika gejala berkepanjangan, konsultasi ke dokter harus dilakukan.

Sakit kepala bisa menjadi lebih sering

Pada bulan-bulan musim semi, nyeri bisa dialami di berbagai persendian tubuh. Mencoba beradaptasi dengan musim semi, tubuh terkena cahaya matahari untuk jangka waktu yang lebih lama. Faktor-faktor seperti bertambahnya hari dan bertambahnya jam mengubah keseimbangan hormon tubuh dan berdampak negatif pada pola tidur. Perubahan pola tidur ini menyebabkan tubuh tidak cukup istirahat, dan orang tersebut terus-menerus merasa lelah dan pelupa. Sakit kepala bisa terjadi pada orang yang bekerja dalam tempo sibuk dan orang yang stres. Selain sakit kepala, nyeri juga terjadi pada otot punggung, leher dan bahu serta berbagai persendian tubuh.

Waspadai risiko depresi di musim semi!

Depresi musim semi adalah penyakit yang memiliki gejala yang mirip dengan depresi lain pada umumnya, hanya saja menunjukkan kemusiman. Sinar matahari yang tidak mencukupi mengganggu tingkat dan distribusi beberapa zat kimia di otak. Hormon-hormon tersebut berperan penting dalam penyesuaian suhu tubuh dan pola tidur-bangun seseorang. Dengan memburuknya jam biologis, orang tersebut menjadi lebih rentan terhadap depresi. Pada orang yang lebih ceria dalam cuaca cerah cerah, kusam dan murung dalam cuaca mendung, mekanisme yang mendasari seringkali gangguan pada jam biologis.

Penyakit pencernaan seperti musim semi

Penyakit gastrointestinal seperti maag, refluks dan gastritis merupakan masalah yang paling umum terjadi terutama pada musim semi dan musim panas. Keluhan tersebut biasanya memanifestasikan dirinya dalam bentuk rasa terbakar, garukan, tengik dan gas di perut. Faktor kelembaban dan sinar matahari meningkatkan keluhan maag. Pada beberapa pasien dengan gangguan pencernaan, sayuran dan buah-buahan mentah, yang lebih banyak dikonsumsi di musim semi, dianggap sebagai penyebab masalah ini. Terkadang masalah ini bisa berkembang menjadi pendarahan perut. Keluhan mulas, mulas, gas dan kembung setelah konsumsi makanan tertentu kebanyakan terjadi pada maag. Konsumsi gorengan yang berlebihan, minuman asam dan berkarbonasi, air dingin serta makanan dan minuman di musim semi menambah keluhan maag.

Jangan mengandalkan pemanasan cuaca

Risiko terkena flu bagi tubuh yang tidak dapat beradaptasi dengan perubahan musim juga tinggi di musim semi. Bayi, orang yang berusia di atas 65 tahun, pasien asma, penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung dan ginjal, dan pasien yang menggunakan obat-obatan yang melemahkan sistem kekebalan termasuk dalam kelompok risiko. Gizi seimbang, tidur teratur, istirahat, olahraga, mandi teratur setiap hari dan tidak merokok merupakan faktor yang memperkuat daya tahan tubuh.