Rumor Bencana Alam Sangat Mempengaruhi Anak-anak

Kepanikan gempa di Izmir memengaruhi anak-anak yang tinggal di sana dan anak-anak yang mengikuti peristiwa dari media secara psikologis. Menurut para ahli yang menyatakan bahwa bencana alam menimbulkan efek traumatis pada anak dan remaja, bencana alam seperti gempa bumi yang menimpa masyarakat sepenuhnya menyebabkan indera "aman" dan "normalitas" pada anak terguncang. Perasaan umum anak-anak pasca bencana alam dijelaskan oleh Pedagogue Dr. Melda Alantar menjelaskan: “Manusia tidak memiliki kemampuan untuk mencegah fenomena alam sepenuhnya. Oleh karena itu, perasaan bahwa hidup tidak terkendali menjadi sangat nyata pada anak-anak pasca bencana alam. Bencana menyebabkan terganggunya tatanan kebiasaan dan alam. Anak bisa kehilangan kepercayaannya dengan pikiran "Jika bencana seperti itu terjadi, semua jenis kejahatan bisa menimpaku". Dia mungkin merasa tidak aman. Beberapa anak mungkin merasa bersalah bahwa bencana tersebut disebabkan oleh kesalahan mereka sebelumnya. Mungkin ada orang yang menghindari pembicaraan tentang peristiwa yang telah terjadi, serta mereka yang ingin terus membicarakannya. Beberapa anak mungkin tidak menunjukkan perilaku ini dan kesusahan mereka mungkin tidak terlihat dari luar. Pada beberapa anak, perilaku yang terkait dengan kesusahan ini dapat terjadi setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan. "

Gejala terlihat pada anak-anak setelah bencana alam

  • Perilaku seperti perilaku kekanak-kanakan, mengisap jempol, mengompol, memeluk orang tua, kenakalan, gangguan tidur, anoreksia, takut gelap, dan menjauh dari teman dan rutinitas sehari-hari yang biasa dapat diamati pada anak prasekolah.
  • Anak-anak sekolah dasar mungkin mengalami kemarahan, agresi, mimpi buruk, keinginan untuk tidak pergi ke sekolah, gangguan, penarikan diri dari teman dan aktivitas, kemunduran akademik dan perilaku.
  • Remaja mungkin memiliki gejala seperti gangguan makan dan tidur, emosi yang kompleks, kontradiksi, mudah tersinggung, keluhan fisik (sakit kepala dan sakit perut, dll.), Gangguan, kegagalan sekolah, kenakalan, alkohol, merokok dan penggunaan narkoba.

Bagaimana orang tua dapat membantu anak-anak mereka yang terkena bencana alam?

  • Jangan ragu untuk membicarakan acara dengan anak Anda.
  • Pastikan Anda bertindak dengan tenang dan menyatakan bahwa sebagai orang tua, Anda akan selalu ada untuknya. Jujurlah dengan anak Anda tentang apa yang terjadi. Jangan menyangkal keseriusan situasi.
  • Biarkan anak-anak mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka. Beberapa anak ingin menceritakan kejadian berulang kali, ini adalah bagian dari proses penyembuhan. Dengarkan baik-baik.
  • Pastikan anggota keluarga berkumpul. Pastikan Anda menepati janji untuk membantu anak Anda memercayai orang dewasa lagi.
  • Jangan sampai anak Anda menonton berita dan acara bencana yang sering dimuat di media massa. Sebutkan saran program lain yang dapat mereka tonton.
  • Berikan informasi singkat dan akurat yang sesuai dengan usia anak. Beri tahu mereka bahwa mereka dapat menghadiri upacara jika mereka mau, dan berikan informasi tentang apa yang akan terjadi di sana.
  • Ingatkan anak Anda bahwa bencana alam ini menyatukan semua orang di masyarakat kita dan dunia.

Bagaimana pendidik dapat membantu siswa yang terkena bencana alam?

  • Bicaralah dengan siswa Anda tentang bagaimana bencana alam terjadi.
  • Anak-anak dapat mengambil bagian dalam beberapa aktivitas konkret untuk mendapatkan kembali perasaan bahwa mereka dapat mengontrol hidup mereka; Misalnya, berdonasi untuk yang terluka, mengirimkan kartu atau surat kepada kerabatnya, menanam pohon untuk mengenang almarhum.

Untuk informasi rinci: Rumah Sakit Memorial 444 7 888