Wanita Hamil Musim Dingin Harus Memperhatikan Ini!

Ibu hamil, yang proses kehamilannya bertepatan dengan musim dingin, lebih berisiko terkena penyakit menular. Dalam periode ini, sangat penting untuk mengambil beberapa tindakan untuk memperkuat sistem kekebalan, melindungi dari penyakit, dan memiliki proses kehamilan dan kelahiran yang sehat. Departemen Ginekologi dan Obstetri Rumah Sakit Memorial Ataşehir. Dr. Fırat Tülek memberikan saran bagi ibu hamil untuk menghabiskan musim dingin dengan nyaman.

Konsumsi jeruk keprok, nanas dan kurma secukupnya

Buah-buahan dan sayuran musim dingin, yang mengandung banyak vitamin dan mineral, memainkan peran utama dalam nutrisi yang sehat dan perkembangan ibu dan juga bayi. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin, protein, mineral dan karbohidrat harian selama musim dingin, maka harus dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dan teratur dari setiap kelompok makanan. Sayur dan buah-buahan seperti jeruk keprok, nanas, raspberry, kurma, kiwi, lemon, tomat, alpukat, anggur sebaiknya diutamakan untuk cemilan, dengan menunjang daya tahan tubuh.

Ikan sebaiknya dikonsumsi 2 kali lipat dari kebutuhan kalsium

Selama kehamilan, kebutuhan kalsium berlipat ganda saat berpindah dari ibu ke bayi. Untuk ini, disarankan untuk mengonsumsi banyak ikan di musim dingin, yang sangat kaya akan ikan.

Sangat tepat untuk mengkonsumsi ikan setidaknya seminggu sekali selama kehamilan. Asam lemak omega 3 pada ikan penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Ikan secara alami mengandung vitamin D. Konsumsi makanan laut dalam seperti kerang dan ikan todak harus dihindari, karena mengandung logam berat dalam jumlah besar. Makanan laut teraman untuk dikonsumsi selama kehamilan; Ini adalah ikan yang hidup di permukaan seperti ikan teri, mackerel, horse mackerel, dan bonito. Dianjurkan untuk tidak mengonsumsi ikan mentah dan makanan kaleng dengan bahan tambahan selama kehamilan. Dianjurkan agar ikan dimakan dengan cara dikukus atau dibakar daripada digoreng.

Dukung asupan cairan dengan susu dan kolak bebas gula

Ibu hamil harus minum banyak cairan dan mengurangi konsumsi garam selama periode ini. Di musim dingin, mungkin tidak ada banyak rasa haus; Namun, dalam cuaca dingin, rata-rata dibutuhkan 2 liter air per hari untuk menjaga keseimbangan air tubuh. Susu, jus buah segar dan kolak juga bisa diminum untuk menambah asupan cairan. Kandungan gula dalam kolak harus dikurangi sebanyak mungkin. Jika tidak, penambahan berat badan bisa bertambah cepat.

Udara yang kotor membahayakan bayi

Pada bulan-bulan musim dingin ketika infeksi influenza meningkat, cuaca dingin dan tempat-tempat dalam ruangan juga mengundang penyakit. Area dalam ruangan dengan ventilasi yang tidak memadai dan lingkungan yang padat dapat mempersiapkan tanah untuk penyebaran penyakit menular yang lebih mudah dan dapat membahayakan bayi dalam hal menciptakan polusi udara. Rumah juga perlu sering berventilasi. Sekali lagi, akan bermanfaat untuk mengambil tindakan untuk melembabkan udara yang dikeringkan oleh radiator di dalam rumah. Selain itu, ibu hamil harus menjauhi lingkungan merokok.

Kenakan pakaian katun untuk mencegah jamur

Di musim dingin, ibu hamil sebaiknya lebih memilih lapisan katun dan pakaian wol lembut daripada pakaian tebal satu potong. Pakaian sintetis tidak boleh dipakai untuk mencegah keringat berlebih dan kemungkinan infeksi jamur. Terutama, pakaian bernapas harus diutamakan dan keringat berlebihan harus dihindari. Pemilihan sepatu juga menjadi masalah penting bagi ibu hamil. Sepatu yang sesuai harus dipakai untuk permukaan yang licin seperti salju dan es. Alih-alih sepatu hak tinggi; Sepatu datar bersol karet dan knurled dalam yang menopang postur harus lebih disukai.

Kulit pecah-pecah dapat menyebabkan infeksi

Selama kehamilan, kulit lebih sensitif dan membutuhkan lebih banyak perawatan. Dalam cuaca dingin, kulit, terutama pada wajah dan tangan, mengering dan pecah-pecah, serta retakan ini dapat meningkatkan risiko infeksi. Untuk alasan ini, air hangat harus lebih disukai daripada air dingin untuk mencuci tangan dan wajah dan banyak pelembab harus digunakan. Perawatan harus diambil untuk mengaplikasikan pelembab setiap hari.

Sebisa mungkin hindari berciuman dan berjabat tangan

Pada bulan-bulan musim dingin, penyakit menular seperti flu, pilek, pilek, dan infeksi saluran pernapasan bagian atas meningkat. Untuk ini, ibu hamil harus menghindari berjabat tangan dan berciuman sebanyak mungkin, meskipun mereka adalah anggota keluarga. Karena jenis penyakit ini banyak ditularkan melalui kontak dekat seperti jabat tangan, ciuman, pelukan. Ibu hamil harus lebih memperhatikan masalah ini daripada sebelumnya selama kehamilan. Jangan berpikir bahwa berjabat tangan tidak akan membahayakan. Infeksi bisa mencapai tangan melalui kontak jabat tangan. Tangan harus dicuci dengan banyak sabun dan air sesering mungkin.

Berjalan di udara terbuka selama 1 jam setiap hari

Ibu hamil sebaiknya tidak menutup diri di rumah dengan menggunakan cuaca dingin sebagai alasan. Tidak bisa bergerak di dalam rumah karena pendinginan udara dapat menyebabkan penambahan berat badan dan masalah sirkulasi. Meskipun mengurangi penggunaan sinar matahari selama bulan-bulan musim dingin, berjalan-jalan di luar ruangan selama satu jam setiap hari akan membuat calon ibu merasa lebih baik baik secara fisik maupun psikologis.