Cuaca Panas dan Lembab Picu Kejang Asma

Meskipun udara panas dan kelembapan tinggi menurunkan kualitas hidup bahkan orang sehat, hal ini menyebabkan pasien asma melalui proses yang sulit. Serangan asma lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di daerah dengan polusi udara yang intens, terutama mereka yang memiliki riwayat asma dalam keluarga. Ahli Departemen Penyakit Dada Rumah Sakit Memorial Şişli memberikan informasi tentang apa yang harus diperhatikan pasien asma selama bulan-bulan musim panas.

Terjadi peningkatan serangan asma

Asma, yang merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di negara kita seperti di seluruh dunia, terjadi sebagai akibat dari penyempitan bronkus di paru-paru akibat berbagai rangsangan dan berlanjut dengan serangan sesak napas. Infeksi virus dan paparan alergen adalah penyebab utama sesak napas pada pasien asma. Namun, faktor risiko penting lainnya adalah cuaca panas dan kelembapan tinggi, terutama di musim panas. Secara khusus, cuaca yang sangat panas dan hilangnya panas secara tiba-tiba di saluran pernapasan dapat menyebabkan timbulnya gejala asma. Selain itu, peningkatan pemanasan global memicu serangan asma dengan menyebabkan serbuk sari berada di atmosfer dalam waktu yang lama.

Jangan tinggalkan rumah pada hari dengan kelembapan tinggi

Untuk penderita asma, kelembaban udara di lingkungan yang optimal adalah antara 30 dan 50%, dan mereka tidak boleh keluar rumah saat suhu naik dan kelembaban melebihi 60%. Pendingin ruangan harus diutamakan untuk mengurangi kelembapan di lingkungan. Namun, terutama saat menggunakan AC, udara tidak boleh didinginkan secara berlebihan dan suhu harus disesuaikan secara bertahap sesuai dengan lingkungan luar ruangan. Perhatian khusus harus diberikan pada pembersihan AC.

Waspadai jamur jamur yang muncul di rumah dengan suhu panas!

Peningkatan kelembapan dengan cuaca panas menyebabkan jamur jamur dan tungau debu rumah meningkat di lingkungan rumah. Udara panas dan paparan kelembaban membuat penyakit asma sulit dikendalikan dan kebutuhan akan pengobatan penyelamatan meningkat. Karena alasan ini, frekuensi rujukan ke layanan darurat meningkat pada bulan-bulan musim panas.

Jangan ganggu perawatan Anda di musim panas

Sepanjang musim panas, pasien asma tidak boleh menghentikan perawatan mereka dan pasti membawa obat penyelamat mereka. Pasien yang mengalami kesulitan dalam mengontrol gejala asma harus menghubungi dokter secepatnya, mengingat dosis obat yang diberikan mungkin tidak mencukupi.

Perhatikan pilihan wilayah dan akomodasi yang dipilih untuk liburan

Pada bulan-bulan musim panas, tempat-tempat yang tidak terlalu panas, tidak mengandung kelembaban tinggi dan tidak mengandung serbuk sari harus diutamakan, dan harus berhati-hati agar tempat tinggal tidak tertutup karpet. Barang-barang khusus seperti bed cover anti alergi harus terus digunakan selama liburan bila diperlukan.

Penderita asma sebaiknya lebih memilih laut daripada kolam

Secara khusus, mereka harus mengurangi aktivitas luar ruangan mereka dan menghindari olahraga. Perlu diketahui bahwa aktivitas fisik saja dapat memicu gejala asma. Sebelum memulai aktivasi paksa, obat simptomatik dapat digunakan untuk mencegah gejala penyakit. Selain itu, klorin pada kolam yang dimasuki untuk pendinginan dapat memicu sesak napas pada penderita asma. Liburan laut adalah pilihan terbaik bagi pasien. Harus diingat bahwa berenang dan menghirup uap air asin adalah obat alami untuk semua saluran udara.