Singkirkan Kelelahan Musim Semi dengan Makan Sehat

Dengan pemanasan cuaca, diamati bahwa masalah seperti kelemahan, kelelahan, nyeri sendi, masalah pencernaan dan keinginan tidur meningkat pada banyak orang. Perubahan udara merupakan inti dari keluhan yang sering ditemui ini. Kebiasaan gizi perlu diatur seiring dengan perubahan gaya hidup untuk mengatasi kelelahan musim semi. Ahli Gizi Rumah Sakit Memorial Kayseri Merve SarptaƟ memberikan informasi tentang langkah-langkah yang harus diambil terhadap kelelahan musim semi.

Jangan melewatkan sarapan pagi

Untuk memulai hari lebih energik di musim semi, sarapan harus dibuat. Makanan bergizi tetapi ringan harus lebih disukai untuk sarapan. Pada makanan lain di hari itu, makanan berbasis nabati yang lebih ringan dan bergizi harus dimakan daripada makanan berlemak. Dengan adanya musim semi, tubuh membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral. Sayuran dan buah-buahan merupakan kelompok makanan penting yang memperkuat sistem kekebalan tubuh dan memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang terus meningkat.

Makanan ini baik untuk demam musim semi

Agar tidak terpengaruh oleh kelelahan musim semi, sayuran dan buah-buahan yang kaya vitamin A, C, dan E harus dikonsumsi. Vitamin A banyak ditemukan pada ikan, kuning telur, daging merah, susu, yogurt, wortel, aprikot, labu manis, melon, persik, bayam, brokoli, selada, peterseli, dill dan arugula. Makanan yang mengandung vitamin C adalah peterseli, paprika, jeruk, bawang bombay, seledri, brokoli, stroberi, dan kiwi. Minyak nabati, minyak biji-bijian, sayuran berdaun hijau, telur dan tepung terigu tanpa dedak kaya akan vitamin E. Dianjurkan untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan musiman organik selama periode ini.

Berhati-hatilah terhadap kelelahan pegas

  • Meningkatkan jumlah air yang dikonsumsi setiap hari dalam periode ini akan bermanfaat untuk daya tahan tubuh dan pembuangan racun. 2-2,5 liter air harus dikonsumsi sehari.
  • Minuman berkafein seperti kopi, teh, cola, coklat dan sejenisnya harus dikurangi. Teh herbal yang mengendurkan metabolisme dan memperkuat sistem kekebalan lebih disukai daripada minuman berkafein.
  • Garam yang berlebihan sebaiknya tidak dikonsumsi karena dapat meningkatkan penumpukan air dalam tubuh dan meningkatkan rasa lelah.
  • Jalan cepat selama 3 hari dalam seminggu dan sekitar 45 menit secara teratur akan bermanfaat dalam mengurangi keluhan kelelahan selama periode ini.
  • Perhatian harus diberikan pada pola tidur dan jangan tidur larut malam.
  • Sangat penting untuk melakukan aktivitas fisik yang memadai. Jalan-jalan di udara terbuka bisa dilakukan setiap hari.