Perhatian Untuk Haus Kesehatan Ginjal Anda Selama Ramadhan!

Saat Ramadhan bertepatan dengan musim panas, dehidrasi pada mereka yang berpuasa selama 16 jam sehari dapat menyebabkan masalah urologi dan kemunduran kesehatan ginjal pada sebagian orang. Karena risiko batu ginjal meningkat selama periode ini, maka perlu memperhatikan konsumsi air yang cukup saat sahur dan buka puasa. Departemen Urologi Rumah Sakit Memorial Antalya Op. Dr. Egemen İşgören membuat rekomendasi khusus untuk bulan Ramadhan untuk kesehatan ginjal.

Risiko meningkat untuk pasien ginjal puasa

Dehidrasi selama Ramadhan tidak dapat dihindari, terutama dengan pengaruh cuaca panas. Ginjal berisiko mengalami dehidrasi, dan pasien ginjal perlu diberi makan lebih hati-hati selama puasa bulan ini. Pasien harus berkonsultasi dengan dokternya secara dekat dan mendapatkan nasehat. Dalam kasus seperti itu, semua saran mungkin berbeda tergantung pada situasinya. Ginjal orang sehat dapat mengatasi dehidrasi dalam jangka waktu yang lama. Namun, jika dehidrasi melebihi 16 jam, risiko meningkat pada pasien dengan fungsi ginjal rendah atau batas.

Minum banyak cairan setelah buka puasa

Mayoritas penderita penyakit ginjal berisiko mengalami gagal ginjal akibat dehidrasi. Meski agak sulit mencukupi kebutuhan cairan tubuh usai buka puasa, tetap harus diperhatikan konsumsi cairan rata-rata 3 liter. Penyakit ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal akibat dehidrasi. Dengan pemeriksaan yang dilakukan pada pasien tersebut maka ditentukan kondisi ginjalnya dan pasien dapat berpuasa dengan memperhatikan beberapa hal, namun jika memang perlu menggunakan obat secara teratur, maka penggunaannya tidak boleh terputus. Namun, jika mereka merasa dapat memenuhi cairan yang mereka butuhkan, mereka dapat berpuasa.

Puasa sebelum sahur sulit bagi ginjal

Salah satu masalah terpenting yang harus diperhatikan saat berpuasa untuk kesehatan ginjal adalah menghindari makan berat saat berbuka puasa. Mengkonsumsi makanan dengan protein berlebihan, acar yang sangat asin dan makanan yang diasamkan dapat merusak ginjal. Salah satu kesalahan terpenting yang dilakukan saat berpuasa adalah tidak bangun sahur. Makan hanya saat buka puasa dan setelahnya, serta memulai puasa tanpa bangun sahur dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Lamanya dehidrasi tubuh meningkat pada orang yang tidak bangun untuk makan subuh. Pasien ginjal yang banyak berkeringat dalam cuaca panas dan kehilangan terlalu banyak garam dalam urin dapat mengalami masalah kesehatan yang serius dalam kasus tersebut.

Konsumsi garam juga penting

Jumlah garam yang harus dikonsumsi seseorang per hari adalah 5 gram. Orang yang berpuasa juga perlu mengonsumsi 5 gram garam dengan waktu makan antara buka puasa dan sahur. Namun, detail penting saat ini adalah mereka mengambil garam dengan jumlah air yang cukup. Oleh karena itu, penting bagi individu yang berpuasa untuk minum 2,5-3 liter air antara buka puasa dan sahur untuk menjaga kesehatan ginjal mereka.