9 Cara Untuk Melindungi Anak Anda Dari Infeksi

Anak-anak yang bersekolah lebih sering mengalami infeksi saluran pernapasan daripada mereka yang tidak. Terutama di tahun pertama sekolah, lebih banyak infeksi mulai berkurang seiring dengan perkembangan sistem kekebalan dari waktu ke waktu. Seorang anak yang pergi ke tempat penitipan anak bisa menghabiskan hampir 10 hari sebulan karena sakit. Prof. Dr. Ahmet Soysal memberikan informasi tentang cara melindungi anak dari penyakit menular.

Beri anak Anda kebiasaan mencuci tangan

Di lingkungan pembibitan dan sekolah, kuman ditularkan melalui tetesan, saluran udara, kontak atau jalur oral. Di lingkungan sekolah, penyakit infeksi dapat menyebar dengan cepat akibat kontak langsung dengan anak yang sakit, bersin-batuk anak yang sakit, atau keluarnya mikroba ke udara atau mikroba dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh melalui tangan. . Salah satu poin terpenting dalam mencegah penularan infeksi adalah pembersihan tangan. Orang tua wajib mengajari anaknya kebiasaan mencuci tangan. Karena itu;

  • Sebelum masuk dan keluar sekolah
  • Sebelum dan sesudah makan
  • Sebelum dan sesudah minum obat atau sirup
  • Sebelum dan sesudah kegiatan air bersama
  • Setelah toilet
  • Setelah kontak dengan cairan tubuh (darah, lendir, muntahan, dahak)
  • Setelah kontak dengan hewan, setelah kontak dengan kandang atau kandang hewan
  • Setelah bermain di taman bermain atau lapangan
  • Tangan harus dicuci dengan sabun dan air setelah bersentuhan dengan sampah atau tong sampah.

Jangan bersihkan tangan anak Anda dengan lap basah.

Di taman kanak-kanak dan sekolah, permukaan yang sering dihubungi seperti gagang pintu, wastafel toilet, papan tulis, meja makan, wastafel, keyboard komputer dapat menjadi sumber kuman. Untuk itu, merupakan langkah terpenting bagi para orang tua untuk membiasakan anaknya mencuci tangan guna mencegah terjadinya infeksi. Menyeka tangan dengan tisu basah tidak menjamin kebersihan tangan, dan bahkan dapat menyebabkan mikroba menyebar dari satu tangan ke tangan lainnya. Tisu basah sebaiknya hanya digunakan untuk menghilangkan kotoran, kemudian tangan harus dicuci dengan sabun dan air.

Lindungi anak Anda dari infeksi dengan tindakan ini

  1. Biasakan anak Anda untuk mencuci tangan.
  2. Anak-anak disarankan untuk menutup mulut dengan tangan saat bersin atau batuk, sehingga kontaminasi kuman melalui droplet dapat dicegah.
  3. Anak harus dibiasakan menggosok gigi secara rutin.
  4. Perhatian harus diberikan pada diet sehat dan seimbang mereka.
  5. Anak-anak harus dibekali dengan olahraga dan aktivitas olahraga favorit harus dilanjutkan secara teratur.
  6. Harus dipastikan bahwa mereka tidur secara teratur
  7. Harus dipastikan bahwa anak-anak mendapatkan vaksinasi penuh, dan perhatian harus diberikan pada vaksinasi flu tahunan.
  8. Ibu dan ayah merokok di dalam ruangan dan di balkon, bahkan ibu dan ayah pun tidak boleh memiliki kebiasaan merokok.
  9. Harus dipastikan bahwa lingkungan rumah berada pada suhu dan kelembapan yang sesuai dan rumah harus berventilasi secara teratur.

Ajari mereka untuk menghindari infeksi di sekolah

Untuk melindungi anak dari infeksi, tindakan pencegahan harus dilakukan di sekolah dan taman kanak-kanak tempat anak menghabiskan sebagian besar waktunya. Penting bagi guru atau pengasuh yang bekerja di sekolah dan taman kanak-kanak untuk mengamati kebiasaan mencuci tangan anak-anak. Ini harus diperiksa apakah anak-anak yang terinfeksi bersekolah atau tidak, dan harus dipastikan bahwa pengasuh, guru dan petugas lain yang berhubungan dengan anak-anak telah divaksinasi terhadap penyakit seperti batuk rejan, flu, campak dan cacar air. Pegawai pembibitan dan sekolah tidak boleh terlalu banyak memakai perhiasan, tidak boleh menggunakan kuku palsu dan panjang, dan kukunya harus dipotong pendek.

Mikroba berkembang biak dengan sangat mudah di lingkungan yang lembab. Khususnya gagang pintu, toilet, taman bermain, mainan, meja permainan, permukaan berjalan dengan sepatu, meja ruang makan, garpu, pisau, sendok, gelas air, nampan makanan dan barang serta alat serupa dapat menjadi sumber kuman. Oleh karena itu, jika perlu dibersihkan, mereka harus didesinfeksi.

Di taman kanak-kanak dan sekolah, mainan harus dipilih dari bahan yang bisa dicuci atau dilap. Ini bisa menjadi sumber kuman pada mainan. Setiap kelas harus memiliki satu set permainan dan mainan yang terpisah, dan jika memungkinkan, tidak boleh ada mainan yang berbagi di antara kelas.