5 Saran untuk Menghindari Depresi Musim Dingin

Dikenal sebagai gangguan afektif musiman, "depresi musim dingin" menurunkan motivasi orang tersebut dan menyebabkan masalah seperti keengganan dan tidak menikmati hidup. Menggunakan lebih sedikit siang hari di musim dingin dan menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan menyebabkan depresi musim dingin. Asst dari Departemen Psikiatri Rumah Sakit Memorial Kayseri. Assoc. Dr. Şaban Karayağız memperingatkan tentang gangguan mood musiman yang mempengaruhi banyak orang di musim dingin.

Depresi kebanyakan menyerang wanita

Depresi merupakan gangguan yang terjadi dalam proses respon emosional seseorang. Ini memanifestasikan dirinya dengan gejala seperti tidak bisa menikmati hidup, menarik diri dan merasa kesepian dengan menjauh dari lingkungan sosial. Orang yang depresi tidak lagi menikmati aktivitas yang membuat mereka bahagia. Wanita 2 kali lebih depresi dibandingkan pria. Kehamilan dan masa nifas, perubahan hormonal, trauma, dan wanita yang lebih sensitif secara emosional menyebabkan lebih banyak depresi.

Warna musim dingin mengarah pada suasana hati yang negatif

Jumlah hari cerah di musim dingin lebih sedikit dibandingkan musim lainnya. Siang hari membantu sekresi hormon serotonin, yang membuat orang bahagia. Itu sebabnya orang lebih ceria di hari-hari cerah. Di musim dingin, saat efek matahari berkurang, perasaan sedih dan tidak berdaya muncul. Terutama suasana hati negatif memanifestasikan dirinya di musim dingin. Bahkan pakaian berwarna gelap yang disukai pada hari-hari yang dingin memiliki efek psikologis yang negatif. Pakaian berlapis dan rasa dingin juga merupakan pertanda negatif. Dalam penelitian yang dilakukan di negara-negara Baltik di mana jumlah hari cerah rendah, telah ditentukan bahwa depresi lebih sering terjadi di masyarakat dan bunuh diri berkembang karena depresi.

Ruang dalam ruangan mencegah sosialisasi

Karena cuaca dingin di musim dingin, perpanjangan waktu yang dihabiskan di dalam ruangan membuat orang jauh dari lingkungan sosial. Hal ini menyebabkan orang tersebut terisolasi secara sosial. Terlebih orang yang banyak menghabiskan waktunya di pusat perbelanjaan mengalami rasa kesepian di tengah keramaian. Dalam lingkungan ini, risiko terkena infeksi yang disebabkan virus juga tinggi, dan penyakit yang disebabkan oleh infeksi dalam jangka panjang berdampak negatif pada psikologi orang tersebut.

Untuk mengatasi depresi di musim dingin, perhatikan peringatan ini!

Ada beberapa cara untuk mengatasi depresi musim dingin. Ini;

  1. Berolahragalah secara teratur di luar ruangan dengan siang hari. Meski cuaca sedang dingin, jangan hentikan olahraga rutin.
  2. Cobalah makan makanan yang teratur, seimbang dan sehat. Makan 3 kali sehari. Jangan melewatkan waktu makan.
  3. Gunakan waktu Anda secara efektif dan terencana. Luangkan waktu untuk bersenang-senang dan melakukan aktivitas sosial. Jika Anda memiliki kebiasaan media sosial, lakukan pembatasan.
  4. Rencanakan pola tidur. Jangan mendapatkan tidur ekstra yang tidak keluar dari urutan biasanya. Jauhi aktivitas yang mengganggu pola tidur. Saat Anda merasa lelah di siang hari, pejamkan mata selama 10-15 menit dan dengarkan.
  5. Cobalah untuk memanfaatkan siang hari selama mungkin. Cobalah untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam ruangan pada hari-hari cerah di musim dingin.