8 Makanan untuk Membuat Anda Merasa Bahagia

Banyak faktor seperti intensitas kehidupan kota, stres kerja, dan tanggung jawab pribadi bisa membuat kita merasa tidak bahagia di siang hari. Pada saat-saat seperti itu, banyak orang mencoba untuk merasa nyaman kembali. Pasalnya, beberapa makanan bisa membuka pintu kebahagiaan karena zat yang dikandungnya, seperti serotonin. Sekaligus mengurangi stres berkat makanan yang memberi kebahagiaan, maka perlu diperhatikan jumlah yang dikonsumsi agar tidak bertambah berat badan. Dyt dari Departemen Nutrisi dan Diet Rumah Sakit Memorial Ankara. Emine Yüzbaşıoğlu memberikan informasi tentang makanan yang memberi kebahagiaan.

Jumlah yang tepat membuat Anda lebih bahagia

Kebanyakan orang cenderung makan lebih banyak saat mereka tidak bahagia atau stres. Terutama ketika sedang stres, makanan keras lebih disukai atau lebih banyak makanan manis dikonsumsi untuk menghilangkan stres lebih cepat dengan refleks mengunyah. Selain itu, makanan cepat saji dan makanan berlemak juga dapat memberikan kebahagiaan sementara bagi orang-orang karena memberikan rasa kenyang dengan cara yang mudah. Makanan yang mengandung serotonin adalah makanan yang memberikan energi dan kebahagiaan, serta berkalori tinggi. Misalnya, buah-buahan kering membawa kebahagiaan bagi mereka karena memberi energi. Konsumsi yang berlebihan ini dapat menyebabkan peningkatan energi dan kebahagiaan serta penambahan berat badan. Perlu diingat bahwa makanan ini menyebabkan kebahagiaan sementara. Sangat penting untuk mengonsumsi makanan ini dengan cara yang terbatas agar kebahagiaan sementara tidak berubah menjadi ketidakbahagiaan permanen dengan bertambahnya berat badan. Penting untuk tidak mengonsumsi makanan ini setiap kali Anda bosan atau stres, dan jangan menyimpan makanan ini dalam jumlah berlebihan di laci kantor dan lemari di rumah.

Melewatkan makan bisa menyebabkan ketidakbahagiaan

Penurunan gula di siang hari juga bisa menyebabkan ketidakbahagiaan. Orang yang melewatkan makan karena tempo kerja yang sibuk mungkin lebih tidak bahagia karena gula mereka turun. Orang dengan gula rendah yang tidak makan dalam waktu lama beralih ke makanan kemasan yang akan meningkatkan gula dengan cepat. Untuk alasan ini, penting bagi orang tersebut untuk menyadari dalam situasi apa mereka lebih memilih camilan berkalori tinggi. Di saat-saat seperti itu, makanan sehat yang akan membuat orang tersebut merasa lebih baik ketika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat harus lebih disukai.

Makanan yang memberi kebahagiaan

  1. COKLAT HITAM: Ini memotong apa yang Anda inginkan untuk pencuci mulut lebih cepat daripada coklat lainnya. Anda boleh mengonsumsi satu atau dua kotak kecil cokelat hitam dengan kopi.
  1. PISANG: Merupakan buah dengan kandungan serotonin yang tinggi. Bisa dikonsumsi sekali sehari sebagai camilan.
  1. DOMPET: Meskipun kacang kering seperti hazelnut, almond mentah, dan kacang tanah juga kaya akan serotonin, namun kenari adalah buah kering yang paling efektif dalam hal ini. Mengkonsumsi 2-3 kacang kenari sehari dapat membantu seseorang menurunkan stereonya dan merasa lebih bahagia.
  1. BIJI BUNGA MATAHARI: Ini adalah makanan penting yang merangsang refleks mengunyah dan mengurangi stres dengan rasio serotoninnya yang tinggi.
  1. GAMBAR KERING: Buah ara kering adalah buah kering terkemuka yang mengandung serotonin. Buah ara kering, yang lebih disukai sebagai camilan, mengurangi tingkat kecemasan dengan mengatur gula darah.
  1. KACANG: Mengkonsumsi kacang polong di salah satu makanan utama membantu orang tersebut untuk merasa lebih baik. Kacang polong merupakan sumber penting untuk meningkatkan kadar serotonin.
  1. KEJU: Mengawali hari dengan makanan yang mengandung serotonin bermanfaat dengan mengonsumsi keju untuk sarapan pagi dan menjadi lebih energik dan bahagia sepanjang hari. Jumlahnya seharusnya tidak cukup untuk menyebabkan penambahan berat badan.
  1. Salad biji-bijian: Konsumsi salad yang mengandung sereal seperti buncis, gandum, kacang-kacangan dan quinoa dalam satu kali makan dapat memberikan kemudahan dalam mengatasi stres.